Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY meninjau berbagai fasilitas sekolah, seperti ruang kelas, laboratorium, serta asrama tempat tinggal siswa. Ia juga berdialog langsung dengan para pelajar dan tenaga pengajar untuk mengetahui proses pembelajaran di sekolah yang menjadi bagian dari program nasional peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Ini adalah program prioritas yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Kami mengawal secara serius agar bukan hanya infrastrukturnya yang siap, tetapi juga fasilitas pendukung pendidikan lainnya, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujar AHY.
AHY menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Melalui sistem pendidikan berasrama, siswa diharapkan dapat fokus belajar sekaligus mendapatkan pembinaan karakter secara menyeluruh.
Menurut AHY, fasilitas di SRMA 32 Lampung Selatan sudah cukup memadai. Asrama dan ruang belajar tampak bersih, rapi, serta dilengkapi sarana laboratorium.
“Guru-gurunya semangat dan anak-anaknya punya cita-cita tinggi. Ada yang ingin menjadi guru, tentara, hingga pengusaha. Ini menandakan semangat mereka luar biasa,” ucap AHY.
Meski demikian, AHY menilai masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana. Saat ini, bangunan SRMA 32 masih menempati area milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung dan bersifat sementara. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektare untuk pembangunan kompleks sekolah permanen di masa mendatang.
“Ini masih tahap transisi. Namun tadi Ibu Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov telah menyiapkan lahan yang lebih luas agar nantinya sekolah ini dapat berdiri secara permanen, lengkap dengan fasilitas olahraga. Karena pembangunan karakter siswa tidak cukup dari sisi akademik saja,” jelas AHY.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung penuh program pendidikan nasional, khususnya yang menyentuh masyarakat lapisan bawah.
“Kami di daerah sangat mendukung program Sekolah Rakyat ini. Pemerintah Provinsi telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk lokasi permanen, dan kami juga akan memastikan agar seluruh fasilitas pendukungnya terpenuhi,” ujar Jihan.
Ia menambahkan, pendidikan berasrama seperti yang diterapkan di SRMA 32 diharapkan mampu membentuk karakter pelajar Lampung yang berdisiplin, mandiri, dan memiliki semangat juang tinggi.
“Anak-anak di sini adalah generasi masa depan Lampung. Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, kami ingin memastikan mereka tumbuh menjadi generasi unggul, berakhlak, dan siap bersaing,” pungkasnya. (Z)















